Wednesday, January 08, 2003
akhirnya aku di sini lagi...
menjentikkan jari-jariku di atas papan bisu...
8 desember 2002
cara orang mencintai itu berbeda-beda,
sepertinya aku belum cukup dewasa untuk bisa menerima kata-kata itu...
aku masih berpegang pada, bahwa orang yang mencintai...
harus bisa membuat nyaman yang dicintai.
dalam arti, berusaha sebisa mungkin untuk meyakinkan cintanya...
sehingga yang dicintai tidak berfikir yang bukan-bukan, tidak ragu, tetap setia,
sehingga dapat menjadi pendorong semangat hidup.
pesan-pesan tadi mungkin tersirat penyesalan...
entahlah, aku mendapat balasannya sepertinya.
aku telah sakiti kamu...
sekarang aku yang hampir gila...
dengar hati dan otak yang tak pernah sepakat...
dari seorang sahabat via sms
23 desember 2002
entah mengapa aku masih betah berlama-lama di sini
tersadar... tak seperti biasanya...
yang hampir selalu aku habiskan waktuku di sini dengan mata terpejam
bermain dalam ruang mimpi...
tak akan kusalahkan orang lain
tidak dia... yang telah menyisakan perih yang amat dalam...
tidak juga dia... yang mencoba membangun kembali puing-puing hatiku...
sisa cintaku yang kala itu begitu rapuh.
semuanya hanya karena aku...
aku... yang telah memberi kesempatan hatiku untuk pulih...
aku... yang telah meyakinkan bahwa kebahagiaan tak harus dicapai bersamanya...
aku... yang senantiasa berkata bahwa aku mampu hidup tanpa perhatiannya...
dan aku tahu... aku punya cita-cita...
dalam tiap jejak putaran waktu... aku kan melaju...
setetes demi setetes akan kucipta lautan
sebongkah demi sebongkah akan kubangun pencakar langit
semuanya... adalah milikku...
karena kini aku tak bermain lagi dengan mimpiku
katakanlah... kini aku bermain dengan kesendirianku...
ah.. sahabat...
kini baru ku tahu perkataanmu ada benarnya juga...
26 desember 2002
aku tak percaya bahwa aku telah mengatakannya...
mengatakan padanya bahwa masa lalu itu benar adanya
dan bahwa ada satu kisah yang dia belum mengerti semuanya...
jawaban akan semua tanya yang belum pernah dipertanyakan
mengapa kala itu aku memilih untuk pergi,
saat rasa cemburu mulai merambat nyeri di hati...
mengapa kala itu aku memilih untuk diam,
larut dalam hangatnya sinar matanya,
saat dia dendangkan lagu-lagu itu...
aku rasa aku terlalu lelah menyimpannya...
hingga akhirnya malam ini...
semua terlontarkan dalam rangkaian kisah lalu.
barangkali sudah terlambat...
bahkan aku sudah menyadarinya bertahun yang lalu...
tapi aku butuh dia... untuk mengetahuinya
agar bebanku segera berakhir...
aku tahu ada yang telah kukorbankan untuk semua ini...
tak banyak yang kuharapkan... sungguh...
catatan akhir tahun
31 desember 2002
aku masih sering mengingat kata-kata ungkapan klise...
katanya... "cinta itu buta..."
tahun ini aku habiskan untuk pulih dari luka
walau kadang aku membabi buta... seperti halnya hewan yang terluka
aku telah menjadi orang yang berbeda... itu yang mereka bilang...
persis seperti apa yang aku juga rasakan...
aku telah lupakan semua ajaran yang telah diajarkan padaku.
tahun ini terasa begitu panjang...
aku kehilangan waktuku yang dulu begitu aku abaikan
dan kini aku begitu mengagungkannya... ironis...
kadang kurasakan begitu gelap jalan yang kulalui
atau itu semua karena aku telah buta...???
sesaat aku melihat cahaya...
entah mengapa kututup jendela hatiku rapat-rapat.
dan di ujung tahun ini... aku kembali bermain dengan kenangan...
kugali lagi semuanya sedalam tiga tahun penantian...
masih tertulis jelas di situ...
"tentang persahabatan... kurelakan cinta itu pergi..."
ah... ini dia bayi mungilku... cerah menatap hari...
bukalah matamu... tajamkan pendengaranmu...
lembut kuucapkan... "selamat datang 2003"
aku akan terus menggapai asa...
dalam penantian hingga...
posted by Tjatoer - 10:49 -
::: IvanTJ :::